Ditahun 2010 ini Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan mencanangkan program Tahun Kunjung Museum (Visit Museum Year). Tahun Kunjung Museum 2010 merupakan sebuah momentum awal untuk memulai Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM) yang akan dilaksanakan selama lima tahun (2010-2014). Dengan adanya program Tahun Kunjung Museum tersebut, diharapkan dapat mengubah citra dan “wajah” museum Indonesia menjadi lebih menarik dan lebih prima sehingga dapat turut meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Bagi warga masyarakat Jawa Tengah (khususnya Purwokerto), berbenahlah karena kita punya kesempatan untuk memamerkan beragam corak kebudayaan yang ada. Salah satunya dengan mengangkat Museum Uang BRI sebagai ikon “Visit Museum Year To Purwokerto 2010”, dengan begitu kita punya kesempatan memajukan Purwokerto sebagai tempat kunjungan wisatawan asing dan dalam negeri.

Museum Raden Aria Wiriatmadja atau dikenal dengan Museum Bank Rakyat Indonesia (BRI) berada di pusat kota Purwokerto, Jawa Tengah.
Museum BRI ini terdiri dari 3 monumen, yakni Gedung Replika, Patung Raden Aria Wiriatmadja, Gedung Museum BRI. Tiga monumen tersebut untuk mengenang dan melanjutkan semangat pendirinya.
Raden Aria Wiriatmadja ialah orang pribumi yang pertama kali mencetuskan gagasan untuk mendirikan bank untuk kalangan rakyat biasa. Sehingga sudah sewajarnya mendapat sebutan Bapak Perkreditan Rakyat Indonesia.
Lokasi 3 monumen ini berada satu halaman sesuai ketika pertama kali bank De Purwokertoeche Hulp-en Spaarbank der Inlandche Bestuurs Ambtenaren beroperasi 16 Desember 1895.
Walaupun gedung ini telah mengalami renovasi dua kali, namun bentuk dan letaknya dibuat tepat sama seperti aslinya. Bahkan dalam renovasi itu hanya dinding saja yang menggunakan batu bata baru, sedangkan kusen-kusen atap, jendela, pintu, langit-langit dan atapnya masih memakai bahan aslinya.
Bangunan ini dibagi menjadi 2, yakni ruang dalam dan teras (Ruang dalam merupakan ruang kerja Raden Aria Wiriatmadja. Teras tempat pembantunya menerima tamu melayani para nasabah).