Raden Aria Wiriatmadja lahir dari pasangan Raden Ngabehi Dipadiwirja (Kepala Demang Prajurit Ayah) dengan anak dari Mas Ngabehi Kertajaya (Surakarta) di Adireja, Banyumas Agustus 1893.
Pada usia 21 tahun, Raden Aria Wiriatmadja sudah bekerja menjadi Juru Tulis Katrolir Belanda di Banjarnegara, namun jabatan ini hanya dipegang selama 2 tahun saja.
Kemudian Raden Aria Wiriatmadja menjadi Mantri Polisi di Bawang, Distrik Singamerta, Banjarnegara selama 9 tahun.
Pada tahun 1863, beliau diangkat menjadi Wakil Wedana Batur dengan masa jabatan selama 3 tahun. Kemudian karirnya mulai menanjak menjadi Wedana Definit Batur, Banjarnegara 3 Agustus 1866, akhirnya dimutasikan ke tempat kelahirannya menjadi Wedana Adirerja. Namun beberapa tahun kemudian, beliau dimutasikan ke bagian lebih penting di Banyumas. Setelah 5 tahun menjadi wedana, beliau diangkat lagi menjadi Patih di Purwokerto.

Berbagai jabatan diatas, beliau terima karena ketekunan, pengabdian dan jasa-jasa beliau kepada pemerintah Belanda waktu itu.

Beliau menerima Bintang Gele Medalile atau Mendali Emas tahun 1891.
Gelar yang diraih dimulai dari Rangga (1900) – gelar Aria (1902). Biasanya seseorang yang baru mendapat gelar Aria apabila sudah bekerja pada pemerintah Belanda selama 50 tahun berturut-turut.

Selain dikenal sebagai Patih di Purwokerto, beliau adalah perintis koperasi dan pendiri bank di Indonesia yang merupakan cikal bakal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).